Merugi Rp.27 T, Qatar Airways Mendapat Bantuan Pemerintah Rp.27 T

Jakarta, Maskapai Qatar Airways mendapatkan bantuan dari pemerintah Qatar senilai 7,3 miliar riyal atau setara US$2 miliar (setara Rp29 triliun mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS) karena babak belur dihajar pandemi covid-19. Bantuan tersebut dikucurkan dengan harapan perusahaan bisa mengatasi krisis keuangannya.

Baca Juga: PT Angkasa Pura II (Persero) menjawab keluhan penumpang terkait penanganan penumpang

Mengutip AFP, Senin (28/9), Qatar Airways membukukan rugi bersih sebesar 7 miliar riyal, atau US$1,92 miliar (setara Rp27,84 triliun) pada laporan keuangan yang berakhir pada Maret 2020. Selain pandemi, kerugian tersebut dipicu boikot oleh sejumlah Negara Teluk dan likuidasi Air Italy pada awal tahun lalu dimana Qatar Airways memiliki 49 persen sahamnya.

“Qatar Airways terbiasa menghadapi tantangan luar biasa namun periode 2019-2020 menjadi salah satu tahun tersulit dalam sejarah maskapai,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan resmi.

Untuk meraih bantuan pemerintah tersebut, perusahaan akan menerbitkan 730 juta saham yang akan dibeli oleh pemerintah usai menerima uang muka bantuan tersebut.

“Jika bukan karena keadaan luar biasa pada tahun fiskal 2020, hasil kami akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Eksekutif Qatar Airways Akbar al-Baker.

Baca Juga: Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,006 juta

Pandemi covid-19 memperburuk kondisi pasar Qatar Airways. Sebelumnya, Uni Emirat Arab yang merupakan pasar utama, bersama dengan Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir memberlakukan boikot terhadap Qatar sejak Juni 2017.

Anggota Negara Teluk tersebut menuduh Qatar memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis dan terlalu dekat dengan Iran, saingan berat regional tersebut.

Imbasnya, mereka menutup wilayah udara, perbatasan, dan pasar mereka ke Qatar. Namun, tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Qatar.

Akhirnya, pada Juli lalu pemerintah Qatar memenangkan putusan di Mahkamah Internasional terkait perlawanan atas pembatasan wilayah udara oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir. Qatar menyatakan akan meminta kompensasi senilai US$5 miliar karena telah menutup wilayah udara mereka.

Leave a Comment